Sunday, 05 September 2010
 
 
Informasi Perusahaan
INFORMASI PERUSAHAAN PDF Print E-mail
Written by Team kreatif SKN   
Monday, 01 February 2010

 Image

PERENCANAAN MATANG: Direktur dan komisaris serta manajer site meninjau lokasi tambang yang akan dialihfungsikan menjadi daerah budidaya perikanan pasca tambang.

 

Image

ALIH FUNGSI: Salah satu areal tambang yang masih digarap dan diambil batu baranya. Nantinya kawasan ini akan berubah fungsi.

 

Menjadikan Tambang Sahabat Lingkungan

 

BANYAK tudingan yang mengarah kepada hal-hal negatif kalau berbicara mengenai pertambangan batu bara di Kaltim terutama pasca tambang, karena terbanyak perusahaan mengabaikan areal yang sudah habis dikeruk padahal sejatinya masih bisa dijadikan lahan produktif.

Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishack pun sempat mengeluarkan wacana untuk melakukan moratorium atau penghentian sementara usaha pertambangan di Benua Etam karena menilai perusahaan batu bara mengabaikan kaidah serta keindahan lingkungan dan lebih cenderung kepada pengrusakan.

Sebagai salah satu perusahaan tambang batu bara yang sudah lama berdiri di Kaltim, kami tak perlu khawatir dengan wacana moratorium tersebut karena kami memiliki “modal” yang sudah kami siapkan kalau nantinya sudah tak lagi jadi lahan untuk menggali batu bara dan kami yakini bisa menimbulkan kesan positif di mata masyarakat.

Mengusung program Tambang Sahabat Lingkungan, kendati saat ini proses produksi kami terus berjalan namun kami sudah mendesain areal tambang sedemikian rupa. Yang paling awal adalah menanam beberapa pohon di sekitar areal tambang terutama di sekitar mess karyawan agar seiring dengan berlangsungnya proses produksi, pohon yang kami tanam dalam jumlah besar juga tumbuh berkembang bisa menghijaukan lingkungan.

Revegetasi sudah kami lakukan dan sudah mulai terlihat hasilnya, langkah selanjutnya yang akan kami lakukan adalah mengubah areal bekas tambang menjadi kolam raksasa tempat memelihara ikan. Kami melibatkan mereka yang ahli dibidang ini.

Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kaltim sudah melakukan peninjauan kelokasi tambang dan melihat sampai sejauh mana areal bekas tambang bisa bermanfaat dan bisa berfungsi dengan baik untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat setelah tanah selesai digali hasil buminya.

Kami menyadari semua ini dan memikirkan pentingnya areal tambang tetap bisa jadi sesuatu yang menghasilkan paling tidak jadi kawasan hijau dan memiliki sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan misi menjadikan tambang sebagai sahabat lingkungan ini diharapkan nantinya PT Sinar Kumala Naga bisa jadi areal percontohan bagi perusahaan tambang batu bara lainnya di Kaltim dan mengikis kesan negatif mengenai keberadaan perusahaan batu bara. (*)

 

Image

KEBERSAMAAN: Komisaris PMC Ronny Fauzan (tengah) memaparkan rencana yang akan dilakukan di tahun 2010 ini dalam pertemuan akhir pekan lalu.

 

 

 

Komitmen Bersama Kejar Target Utama

 

Sebagai perusahaan yang mengikuti perkembangan dan persaingan di dunia usaha tambang batu bara secara dinamis, jalinan kerjasama internal maupun eksternal tentu saja mutlak dilakukan dan itu akan kami wujudkan terutama di tahun 2010 ini.

Jumat tanggal 22 Januari 2010, soliditas di dalam perusahaan kami bangun dengan menggelar rapat bersama kontraktor PT SKN yaitu Petrona Mining Contractor (PMC) dan Hareda Prima Jaya (HPJ) dipimpin Direktur Utama PT Sinar Kumala Naga H Achmad Husry,

Beberapa hal menjadi pembahasan dalam pertemuan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut. Pukul 08.00 Wita direktur utama kami terlebih dulu mendengar pemaparan dari site manager PT SKN terutama Manajer Perencanaan Sigit Purwanto.

Tahun ini kami bertekad untuk bisa memenuhi target menjual emas hitam sebesar 1,5 juta ton dimulai Januari ini hingga Desember 2010 mendatang. Sebuah tantangan yang berat namun kami yakini tak sulit kalau direncanakan sejak awal  dan didukung kontraktor yang memiliki komitmen bersama untuk itu.

Review atas hasil yang sudah diperoleh selama tahun 2009 silam dipaparkan kepada PMC dan HPJ, ditambah dengan perencanaan tahun ini dan target yang ingin dicapai bersama dari rencana yang sudah disusun yaitu produksi 1,5 juta ton. PMC “mendapat beban” untuk menghasilkan 1 juta ton batu bara, sementara sisanya sebesar 500 ribu ton jadi tugas HPJ untuk merealisasikannya di lapangan.

Komisaris PMC Ronny Fauzan ST dan Komisaris HPJ Edy Purnomo membuat kesepakatan bersama yang dibuat secara tertulis untuk memenuhi target 1,5 juta ton tersebut. Mereka bersama dengan seluruh karyawan di lapangan mendukung penuh keinginan tersebut. Disadari sepenuhnya tanpa kebersamaan untuk membangun komitmen sulit untuk mewujudkan apa yang diinginkan, karena itu dengan target yang ingin dicapai di tahun 2010 ini semua itu ingin diwujudkan tentu saja dengan kerja keras, keinginan besar, komitmen dan kebersamaan. (*)

 

 

 


 Image

Imagejalinan kerjasama dengan relasi dibangun PT Sinar Kumala Naga, salah satunya yang berlangsung di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta 16 Januari 2008 lalu, dimana Komisaris Utama PT SKN Windra Sudarta dan Direktur Utama H Achmad Husry menandatangani kontrak produksi dan penjualan dengan kontraktor serta buyer dalam acara Bussinnes Management Meeting. PT Hareda, PT Petrona, BCM, CTM, Kontraktor dan buyer  hadir dalam acara tersebut, sekaligus melakukan penandatanganan MoU target produksi 2008. (*)


 

ImageImageDirektur Utama PT SKN H Achmad Husry (kanan) bersama Komisaris PT SKN Windra Sudarta, sementara Komisaris PT Petrona Ronny Fauzan (tengah) memberikan penjelasan pada pertemuan tersebut.

 

 


 

Image Penandatanganan naskah kerjasama atau MoU Direktur Utama PT SKN H Achmad Husry dengan Komisaris PT Petrona Ronny Fauzan.

 

 

 

 

 

 


ImageKomisaris PT Petrona Ronny Fauzan (kiri) selaku kontraktor dari PT SKN berjabat tangan dengan Komisaris Utama PT SKN Windra Sudarta usai melakukan penandatanganan naskah kerjasama pada acara Bussinnes Management Meeting di Jakarta.

Last Updated ( Monday, 15 February 2010 )